<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inter Club Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.interclubindo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.interclubindo.com</link>
	<description>OFFICIAL FC INTER SUPPORTERS CLUB</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 11:24:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Kovacic : &#8220;2014 akan menjadi tahun kami.&#8221;</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/2014-akan-menjad-tahun-kami/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/2014-akan-menjad-tahun-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 09:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M.S Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[PLAYER & TRANSFER]]></category>
		<category><![CDATA[Kovačić]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12597</guid>
		<description><![CDATA[Gelandang muda Kroasia ini memberikan wawancara eksklusif kepada Sky Sport Italia: &#8220;Kami akan meningkat dan kembali ke puncak. Inspirasi saya? [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://www.inter.it/img/184032-967.jpg" width="580" height="245" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Gelandang muda Kroasia ini memberikan wawancara eksklusif kepada Sky Sport Italia: &#8220;Kami akan meningkat dan kembali ke puncak. Inspirasi saya? Diri saya sendiri&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>APPIANO GENTILE </strong>– Mewakili masa kini dan masa depan Inter, Mateo Kovačić<strong> </strong>berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Matteo Barzaghi dari <strong>Sky Sport Italia </strong>mengenai beberapa bulan pertamanya di klub dan masa yang akan datang dengan kostum <em>Nerazzurr</em>i.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya sangat senang. Inter adalah klub yang hebat dan menyenangkan dapat bermain di sini. Tahun ini kami bermain buruk, tapi tahun depan akan menjadi tahun kami. Memiliki terlalu banyak pemain cedera ikut berpengaruh dalam kegagalan kami ke Eropa, tetapi saya harap tahun depan kami akan lebih baik, dimana pemain-pemain baru akan datang dan kami akan membentuk tim yang jauh lebih kuat,&#8221; ucap gelandang Kroasia ini kepada Matteo Barzaghi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ditanyakan mengenai apakah ia merasakan tertekan menjadi simbol baru Inter, Kovacic menyatakan perasaannya dengan jelas: &#8220;Tidak, saya tak merasakan tekanan apapun karena saya masih tak merasa sebagai simbol. Zanetti dan Stankovic adalah simbol. Apakah saya mengharapkan untuk membawa dampak seperti ini di Italia? Saya sudah tahu saya bisa bermain sepakbola dengan baik, namun saya berharap melakukan yang lebih baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Mengenai posisi favoritnya di lapangan: &#8220;Pelatih menjelaskan kepada saya di mana saya bermain, tetapi dalam menurut saya posisi terbaik saya adalah berada di tengah para gelandang.&#8221; Andrea Stramaccioni selalu memuji dirinya, dan pemain Kroasia ini berbicara mengenai hal itu dan kemungkinan memulai musim depan bersama pelatih yang sama: &#8220;Saya berterima kasih padanya atas apa yang ia katakan. Dia  masih muda dan pelatih yang bagus, tetapi keputusan tentang masa depan bukan urusan saya. Inter tahun depan akan lebih baik daripada tahun ini. Kami tak punya pilihan selain melakukan yang lebih baik. Apakah saya hanya melihat Inter di masa depan saya? Saya tak berpikir sekarang mengenai masa depan saya. Saya senang di sini dan berharap untuk bertahan selama mungkin.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga pembicaraan mengenai Luka Modrić di Inter: &#8220;Dia pemain yang fenomenal, tetapi saya pikir ia akan bertahan di Madrid. Bisakah saya bermain bersamanya? Ya, menyenangkan dapat bermain bersama di tim nasional karena dia begitu berbakat. Ini akan menjadi menyenangkan apabila ia datang ke Inter, tapi sekali lagi, saya yakin ia akan tetap di Spanyol. Vrsaljko? Dia sahabat yang baik, dan sangat muda, tapi Inter yang membuat keputusan seperti ini.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya muncul pertanyaan mengenai siapa idolanya, dan apakah dia mampu menjadi Boban baru, Mateo tersenyum dan berkata: &#8220;Dia seorang <em>Rossoneri</em>, saya seorang <em>Nerazzurri</em>. Saya Kovacic, diri saya sendiri.&#8221;</p>
<ul>
<li><span style="line-height: 13px;">sumber : <em>inter.it</em></span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/2014-akan-menjad-tahun-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Giornata 37 : Genoa 0-0 Inter</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-37-genoa-0-0-inter/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-37-genoa-0-0-inter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 13:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M.S Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MATCH & COMPETITION]]></category>
		<category><![CDATA[inter news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12591</guid>
		<description><![CDATA[Samir Handanovič kembali berperan besar untuk Nerazzurri, kali ini dalam pertandingan imbang tanpa gol di Marassi. Sementara, tuan rumah Rossoblu memastikan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://www.inter.it/img/183927-967.jpg" width="580" height="245" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Samir Handanovič kembali berperan besar untuk Nerazzurri, kali ini dalam pertandingan imbang tanpa gol di Marassi. Sementara, tuan rumah Rossoblu memastikan diri bertahan di Serie A untuk musim depan.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>GENOA</strong> &#8211; laga Genoa v Inter berakhir 0-0 di Stadion Luigi Ferraris, dan pasukan Ballardini merayakan perjuangan sukses mereka untuk menghindari degradasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Babak pertama berakhir tanpa gol, meskipun kedua tim berusaha menunjukkan permainan menyerang dalam pertandingan. Rossoblu sempat mengancam dengan dua peluang bagus untuk mencetak gol, namun Handanovič melakukan tugasnya dengan baik dan mampu mengatasi ancaman dari Borriello dan Bertolacci. Di babak kedua skor tetap tak terubah, dan Inter berada di klasemen dengan 54 poin dengan kompetisi hanya menyisakan satu pekan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kredit khusus tak lupa diberikan kepada dua pemain muda Inter, Simone Pasa dan Lukas Spendlhofer. Pemain yang disebut pertama bermain cukup baik dan pantas disebut sebagai pemain terbaik disamping sang kiper. Sementara Spendlholfer melakoni debutnya untuk tim senior setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan ini.</p>
<p>Genoa 0-0 Inter</p>
<p>Genoa: 1 Frey; 5 Granqvist, 90 Portanova, 21 Manfredini, 13 Antonelli, 14 Rigoni, 27 Matuzalem, 8 Vargas (Moretti 90); 83 Floro Flores (Kucka 75), 91 Bertolacci, 22 Borriello (Immobile 87).<br />
Cadangan: 32 Donnarumma, 63 Stillo, 11 Jankovic, 26 Cassani, 28 Tozser, 29 Nadarevic, 87 Pisano.<br />
Pelatih: Davide Ballardini.</p>
<p>Inter: 1 Handanovic; 23 Ranocchia (Spendlhofer 77), 19 Cambiasso, 28 Pasa, 7 Schelotto, 17 Kuzmanovic, 10 Kovacic, 55 Nagatomo, 14 Guarin (Benassi 83), 11 Alvarez (Cassano 60); 18 Rocchi.<br />
Cadangan: 27 Belec, 30 Carrizo, 45 Forte, 61 Garritano, 62 Ferrara, 90 Olsen.<br />
Pelatih: Andrea Stramaccioni.</p>
<p>Wasit: Paolo Tagliavento (Terni).</p>
<p>Kartu Kuning: Guarin 36, Matuzalem 43.<br />
Waktu tambahan: 0 + 3 menit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><em><span style="line-height: 13px;">sumber : inter.it</span></em></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-37-genoa-0-0-inter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kami Jatuh, Tapi (Harus) Bangkit Lagi!</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/kami-jatuh-tapi-harus-bangkit-lagi/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/kami-jatuh-tapi-harus-bangkit-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 18:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURED]]></category>
		<category><![CDATA[KOLOM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12583</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Inter lawan Lazio, siapa yang menang kira-kira?&#8221; Pertanyaan itu dilontarkan teman kerja beberapa jam sebelum pertandingan midweek Serie-A, Rabu (8/5). [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/stramaccioni.jpg" rel="shadowbox[sbpost-12583];player=img;"><img class="alignnone size-full wp-image-12584" alt="Stramacioni" src="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/stramaccioni.jpg" width="600" height="399" /></a></p>
<p>&#8220;Inter lawan Lazio, siapa yang menang kira-kira?&#8221; Pertanyaan itu dilontarkan teman kerja beberapa jam sebelum pertandingan midweek Serie-A, Rabu (8/5). Kebetulan, dia juga tengah bersiap-siap menjadi komentator laga Inter vs Lazio di sebuah stasiun televisi. Saya sadar, pertanyaan itu bermuatan sindiran, mengingat performa Inter belakangan ini memang tengah terpuruk.</p>
<p>&#8220;Lazio bakal menang, minimal skor 2-1,&#8221; jawab saya spontan. Mungkin jawaban itu tidak sesuai perkiraannya. Dia tahu saya menyukai Inter, dan tentu berpikir saya akan menjawab dengan penuh optimistis. Saya sendiri bingung kenapa malah menjawab Lazio yang akan menang. Padahal, di lubuk hati saya tentu berharap Inter yang akan mencetak gol lebih banyak ketimbang tamunya itu.</p>
<p>Akan tetapi, saat itu logika mengalahkan segalanya. Terselip juga harapan jahat terhadap tim dukungan saya. Ya, dengan kondisi yang karut marut, saya memang tak berharap Inter bisa lolos ke Europa League. Mungkin harapan ini akan membuat saya di-bully seluruh teman, pun di twitter. Namun, saya justru melihat hal itu yang terbaik untuk Inter.</p>
<p>Kenyataannya, Inter memang tengah krisis. Tak cuma urusan finansial, yang tengah menyerang sebagian besar klub Italia hingga Eropa, pun soal mentalitas dan karakterisitik tim. Hampir seluruh pihak menyalahkan badai cedera yang menyerang Inter. Memang bukan klaim yang salah, tapi juga tidak sepenuhnya tepat. Toh dalam sepak bola profesional, bukan cuma Inter yang pernah merasakan badai cedera.</p>
<p>Dengan konsekuensi bermain lebih dari satu kompetisi, kendala tersebut seharusnya sudah bisa diantisipasi. Kedalaman skuad mutlak dibutuhkan, terlebih saat sebuah tim memiliki asa berprestasi tinggi di semua ajang itu. Hal itu tidak dimiliki Inter saat ini. Sebagian besar pemain pilar sudah berusia lanjut. Sedangkan para pemain muda masih terlalu minim pengalaman dan jarang mendapat kepercayaan. Saya pun belum melihat kecerdasan Inter dalam beraktivitas di bursa transfer.</p>
<p>Pelatih Andrea Stramaccioni sendiri tak lepas dari status kambing hitam. Khusus untuk klaim ini, saya menilainya lebih terasa absurd. Meski sangat wajar seorang pelatih menjadi sosok yang paling bertanggung jawab dalam naik-turunnya tim. Namun, dengan kondisi saat ini, bahkan Jose Mourinho pun akan kesulitan membawa Inter juara. Tengok juga pelatih sekaliber Massimiliano Allegri, yang sempat kesulitan meracik AC Milan setelah ditinggal sederet bintangnya pada awal musim lalu.</p>
<p>Di mata saya, Allegri bukan pelatih &#8216;kacangan&#8217;. Saya bahkan tak segan menyebutnya sebagai salah satu maestro micro-tactic di Italia saat ini. Namun, realitanya, situasi Stramaccioni saat ini pun pernah dialami Allegri pada awal musim. Beruntung bagi Milan, Allegri berhasil menemukan formula jitu untuk membangkitkan timnya. Didukung kehadiran Mario sebagai suntikan amunisi pada paruh musim.</p>
<p>Dalam usia muda, Stramaccioni sendiri punya potensi yang tak kalah besar dari Allegri. Namun, pengalaman yang berbicara. Stramaccioni masih tergolong bau kecur di persepakbolaan Italia, bahkan Eropa. Potensi sempat diperlihatkannya saat membawa Inter Primavera menjuarai NextGen Series tahun lalu. Akan tetapi, penunjukkan Stramaccioni sebagai pelatih tim senior Inter merupakan langkah yang mahabesar dan mahaberat.</p>
<p>Hal itu disadari pula oleh Presiden Massimo Moratti. Saat banyak pihak mulai berspekulasi soal pemecatan Stramaccioni, Moratti justru masih berusaha tenang. Dia sadar, dengan pengalaman minim yang dimiliki, akan sangat sulit bagi Stramaccioni mengendalikan krisis yang tengah menerpa Inter. Moratti yang dikenal emosional, ternyata masih bisa bersabar dengan situasi yang dialami Stramaccioni.</p>
<p>&#8220;Kami tampil bagus pada beberapa kesempatan hingga akhirnya banyak hal berbalik menyerang kami. Salah satunya adalah cedera yang melanda banyak pemain. Sangat sulit bila harus menyalahkan (Stramaccioni),&#8221; ucap Moratti terkait kondisi Inter usai gagal lolos ke Liga Europa.</p>
<p>Dalam hal strategi, Stramaccioni pun masih coba meraba potensi yang dimiliki timnya. Terlihat dari 12 formasi berbeda yang pernah dicicipinya selama menukangi Inter. Padahal, konsistensi taktik teramat penting. Antonio Conte bersama Juventus dan Walter Mazzarri di Napoli sadar betul terhadap hal itu. Keduanya pun akan berpikir seribu kali untuk mengubah pakem tiga bek yang selama ini menjadi andalan.</p>
<p>Di Inter, Stramaccioni juga tak sekadar butuh waktu. Dukungan direksi pun wajib hukumnya. Tak cuma soal moral, pun kejelian dalam mengartikan keinginan sang allenatore. Saat Wesley Sneijder &#8216;diusir&#8217; Inter, Stramaccioni hanya meratap. Dia pun coba bereksperimen dengan menempatkan Fredy Guarin di posisi Sneijder. Meski sempat tampil baik, kegemilangan Guarin perlahan meredup. Beban berat yang dipikul tak diimbangi kemampuan memerankan tugas itu.</p>
<p>Penjualan Philipe Coutinho ke Liverpool pun tidak sepenuhnya salah. Di Premier League, Coutinho memang tampil semakin memesona. Namun, lebih karena permainan di Inggris dan Italia sangat berbeda. Pemain yang doyan meliuk-liuk seperti Coutinho memang tak melulu berhasil menantang permainan keras ala Italia, terlebih pada usia belia.</p>
<p>Tengok pula Ricky Alvarez. Semakin sering dia lama menahan bola dan pamer skill, potensi kegagalan semakin besar. Skill individu mumpuni memang bukan permata yang sangat berharga di Italia. Beruntung Alvarez mulai menemukan kedewasaan dalam bermain dan tahu bagaimana beradaptasi dengan keinginan tim. Saya sendiri sempat berpikir, andai Lionel Messi bermain di Italia, torehan gol seperti di Barcelona mungkin akan sulit diulanginya.</p>
<p>Lalu, apa solusi yang harus dilakukan Inter dalam memperbaiki performa musim depan? Sebagai fans, terselip harapan adanya aktivitas transfer besar-besaran pada musim panas mendatang. Termasuk mendatangkan bintang-bintang kelas dunia. Namun, jelas itu akan sulit teralisasi. Kondisi keuangan tak lagi memungkinkan Inter membeli pemain dengan harga selangit.</p>
<p>Terlebih, Moratti tengah memusatkan fokus, khususnya finansial, demi proyek pembangunan stadion baru. Niat luhur sang patron tak boleh diganggu-gugat. Inter dan tim Italia lain, mutlak butuh stadion baru jika tak ingin semakin tertinggal dari Spanyol, Inggris pun Jerman.</p>
<p>Apakah Inter butuh pemilik baru dengan harapan masuknya investor asing? Hal ini juga sangat sulit. Tradisi di Italia lebih mengedepankan prinsip nasionalisme. Sejauh ini, investor asing masih diharamkan mengambil saham mayoritas klub Italia. Jadi, jangan harap ada perngusaha Qatar, Uni Emirat Arab atau bahkan Indonesia yang bisa menggurus Moratti dari tampuk kepemimpinan Inter.</p>
<p>Jika akhirnya Stramaccioni dipertahankan musim depan, Moratti tentu perlu lebih memahami kebutuhan tim. Sinergi dibutuhkan antara presiden, direksi, staf pelatih dan skuad. Saya setuju dengan perkataan Leonardo, bahwa sebuah tim ideal akan memiliki Moratti di posisi presiden dan Adriano Galliani sebagai direktur. Inter butuh sosok juru transfer seperti Galliani. Marco Branca jelas masih jauh di bawah kualitas pria berkepala plontos itu.</p>
<p>Tak pelak, Inter harus melakukan tranformasi besar. Jika jajaran direksi tak bisa diusik, saya hanya berharap ada lebih kejelian dalam aktivitas transfer. Tak hanya sekadar menambal-sulam tim dengan menyesuaikan budget. Pun mengoptimalkan tim yang dimiliki, termasuk memberi kepercayaan lebih kepada talenta dari primavera.</p>
<p>Mengantisipasi krisis finansial, Inter harus mulai berpikir menjadi builder ketimbang buyer. Seperti yang dilakukan Barcelona dengan La Masia, atau beberapa tim lain semisal Ajax, West Ham United pun Sporting Lisbon. Memang buah dari program ini tidak bisa dipetik secara instan, tapi setidaknya beberapa tahun ke depan, perubahan dalam aktivitas transfer dan program pembinaan bisa berjalan beriringan.</p>
<p>&#8220;I get knocked down. But I get up again. You’re never going to keep me down.&#8221;</p>
<p>Sepenggal lirik dari lagu Tubthumping milik Chumbawamba itu bisa menjadi gambaran umum apa yang harus dilakukan Inter. Setelah keperpurukan, Inter harus bangkit, salah satunya melalui perubahan. Jangan sungkan bercermin dari sang rival, Juventus, yang bangkit setelah terdegradasi pada 2006. Juga menjadikan Liverpool atau Arsenal sebagai perbandingan. Dua tim yang belum juga mampu bangkit dari masa paceklik gelar. So, pilih belajar dari Juventus, atau mengikuti langkah Liverpool dan Arsenal? Opsi yang sulit, tapi harus dilakukan Inter.</p>
<p>Irawan Dwi Ismunanto (@IrawanCobain)</p>
<p><em>Penulis adalah jurnalis sepakbola yang juga seorang Interisti. Kamu bisa membaca tulisan-tulisannya di tabloid soccer.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/kami-jatuh-tapi-harus-bangkit-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesona Inter Muda</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/pesona-inter-muda/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/pesona-inter-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 18:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURED]]></category>
		<category><![CDATA[KOLOM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12577</guid>
		<description><![CDATA[Kontra Lazio di mid week kemarin menjadi panggung sempurna bagi penampilan mengesankan Mateo Kovacic. Pergerakannya lincah cepat, umpan akurat dibarengi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/kovacic.jpg" rel="shadowbox[sbpost-12577];player=img;"><img class="size-full wp-image-12578 alignleft" alt="kovacic" src="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/kovacic.jpg" width="261" height="400" /></a>Kontra Lazio di mid week kemarin menjadi panggung sempurna bagi penampilan mengesankan Mateo Kovacic. Pergerakannya lincah cepat, umpan akurat dibarengi dengan fisik yang kuat dan pembawaan yang tenang. Prodigy asal Kroasia yang baru saja berulang tahun ke-19 pada 6 Mei lalu itu membuktikan bahwa Inter tak salah merekrutnya dengan nilai fantastis 15 Juta Euro. Kovacic telah mentahbiskan diri menjadi rekrutan terbaik Nerazzurri di musim ini.</p>
<p>Banyak yang mempertanyakan ketika Inter melepas talenta seperti mario balotelli, Davide Santon ataupun leonardo bonucci. Pemain berkualitas dari Primavera Inter yang kemudian terbukti menjadi pilar di klubnya masing-masing. Mengapa mereka tidak dipertahankan. Mengapa Inter begitu mudah melepas mereka. Sehingga yang muncul kemudian adalah sebuah kesimpulan lama, Inter adalah tim yang ‘hobby’ membuang pemain berbakat. Baik yang dari akademi sendiri maupun pemain muda yang diperoleh dari klub lain. Ada banyak nama yang bisa disebutkan untuk mendukung kesimpulan tersebut. Phillipe Coutinho adalah contoh nama terbaru.</p>
<p>Kondisi saat ini seolah menjadi jalan bagi manajemen Inter untuk dapat melihat lebih dekat kualitas pemain muda yang dimilikinya. Termasuk di dalamnya anak-anak mereka sendiri. Blessing in disguise. Peraturan Financial Fair Play dari UEFA juga menjadi ‘berkah terselubung’. Bukan saatnya Inter ‘membabi buta’ di bursa transfer. Saat melawan Lazio, tak hanya Kovacic. Bahkan penampilan Marco Benassi dan Simone Pasa juga tak kalah apik. Meski berstatus sebagai gelandang, performa Benassi di bek kanan dan Pasa di bek tengah patut dibanggakan. Pasa tak merasa canggung meski dibangku cadangan ada nama lain yaitu pemain senior sekelas Cristian Chivu. Luca Garritano yang berposisi asli striker bermain penuh semangat pada posisi all round player.</p>
<p>Sebagai ex pelatih Inter Primavera yang sukses menjadi juara dalam Next Gen series 2011, Andrea Stramaccioni mempunyai kesempatan besar untuk dapat menampilkan pemain muda milik Inter.</p>
<p>Strama hingga saat ini telah menampilkan sembilan pemain primavera. Mereka adalah Ibrahima Mbaye, Simone Pasa, Andrea Bandini, Isaac Donkor, Alfred Duncan, Marco Benassi, Niccolo Belloni, Luca Garritano dan yang terbaru Francesco Forte. Jika keputusan untuk mempertahankan Strama benar adanya, maka bukan tak mungkin akan makin banyak pemain muda La Beneamata yang segera menunjukkan kualitasnya. Hal ini tentu akan menjadi pemandangan yang tidak biasa dimana para Interista sebelumnya selalu dimanjakan oleh gelontoran pemain bintang dan ternama.</p>
<p>Pertanyaannya kemudian : Siapkah Interisti menghadapi situasi transisi ini. Beranikah mereka ber-roller coaster bareng Inter ???</p>
<p>Saya langsung menjadi Interista saat Inter tak mendapatkan penalti dalam sebuah moment ketika Ronaldo dihadang oleh mark iuliano di partai yang menentukan Serie A musim 1997/1998. Meskipun beberapa hari setelah pertandingan tersebut Nerazzurri mendapat trophy Piala UEFA, namun hal tersebut tak mengurangi kekecewaan. Karena pada saat tersebut scudetto adalah tujuan utama. Dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah periode gelap. Puncaknya tentu 5 Mei 2002. Nerazzurri gagal scudetto pada giornata terakhir. Memang gak gampang menjadi Interista.<br />
Lalu apakah saat ini Inter kembali memasuki masa gelap ? Bisa jadi. Gonta-ganti pelatih setelah kepergian Jose Mourinho menjadi indikasi. Padahal pelatih-pelatih tersebut hebat dan berpengalaman. Namun mereka tak kuasa juga bertahan lama dan Inter juga seperti biasa tak tahan dengan prestasi yang sepi. Jika menilik pada sejarah, Inter pertama kali mendapat scudetto pada tahun 1910. Kapan Inter mendapat Scudetto kedua? Yup, betul 1920! Jika fenomena itu berulang satu abad kemudian maka bukan tak mungkin Inter akan meraih scudetto lagi 2020. 10 tahun setelah 2010.</p>
<p>Ada yang bilang bahwa kita menjadi tifosi sebuah klub bukan karena kita memilih tetapi karena anugerah. It’s a gift. Jadi apapun prestasi yang sedang didapat nikmati saja. Bagi saya sepakbola tak melulu soal gelar. Jika berbicara trophy nanti yang ada hanya memberi pujian saat menang dan mengeluarkan cacian saat jadi pecundang. Lebih dari itu, sepakbola juga tentang kenikmatan. Menang, draw ataupun kalah saat menyaksikan tim kita bermain itu sudah sebuah kebahagiaan. Terima kasih TVRI.</p>
<p>Pernah ada sebuah kisah di salah satu buku yang saya baca. Ada seorang suami yang berpamitan dengan istrinya sebelum berangkat ke kantor. Kemudian sambil menyalami suaminya, istri tersebut berkata : ‘Pa, tolong tuliskan enam kekurangan saya sebagai istri, nanti pulang kantor kasih ke saya ya’. Selama di kantor suami tersebut terus berpikir. Dia mencoba menemukan kekurangan istrinya. Kemudian pada saat sudah sampai dirumah di malam hari, istrinya sudah tak sabar menantinya di pintu. Kata istrinya : ‘Bagaimana Pa, sudah kau tuliskan enam kekuranganku ?’ .’Sudah’ : kata sang Suami sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Apa yang suami tersebut keluarkan ?. Suami tersebut mengeluarkan enam kuntum mawar putih. ‘Istriku aku tak menemukan satupun kekurangan dalam dirimu. Aku mencintaimu apa adanya’.<br />
Itu jugalah mungkin sedikit ilustrasi yang menjadi prinsip saya dalam mencintai Inter. Unconditional Love. Right or wrong it’s my Inter. Ada yang bilang, teman sejati harus memberikan kritik jika teman sedang bertindak salah. Itu kalo teman. Tapi buat saya, Inter itu adalah pasangan. Soulmate. My Passion. Lebih dari sekedar teman. Tak mungkin saya katakan kejelekan pasangan saya dimuka umum. Kalaupun ada kritik akan saya sampaikan secara pribadi. Atau cukup simpan dalam hati. Tak perlu harus mengumbarnya hingga bahkan dengan kata-kata yang kasar dan kotor. Pasangan itu ibarat saya sendiri. Mengejeknya sama saja dengan menjelekkan nama saya sendiri.</p>
<p>Prestasi memang bisa naik turun. Dan semua ada saatnya. Ada masanya. Masa sepakbola indah gaya Real Madrid berganti dengan era catenaccio Helenio Herrera milik Inter. Grendel Inter hilang masanya saat kalah oleh total football era Johan Cruyff di Final Piala Champion 1972. Kemudian total football dibilang mati ketika Belanda kalah dari Jerman Barat saat Final Piala Dunia 1974. Dan sekarangpun Barcelona yang dibilang klub dari planet lain harus menjadi bahan tertawaan karena kalah agregat 7-0 dari Bayern Muenchen dalam semifinal Liga Champion musim ini. Tak ada yang abadi. Kalah menang tak lebih dari sebuah siklus.</p>
<p>Kini saatnya untuk kembali menikmati Inter seperti saat saya pertama kali menjadi Interista. Dari sebuah klub yang menjadi cemoohan bahkan nyaris degradasi menjadi klub pertama di Italia yang mendapatkan treble winner. Sebuah pencapaian yang hebat tak terkata. Dari ratusan bahkan mungkin ribuan klub di Eropa hanya enam klub yang telah mampu mencapainya. Dan Inter adalah salah satunya. Hebat khan. Inter juga menjadi salah satu dari lima klub di liga besar eropa (Spanyol,Inggris,Jerman dan Italia) yang belum pernah degradasi ke kasta yang lebih rendah. DNA Serie A.<br />
Semoga Inter tetap bertahan dengan pilihannya untuk mengutamakan pemain muda bersama pelatih muda juga. Barcelonanya Josep Guardiola juga sempat berada dalam kondisi kritis di musim pertama sebelum menjelma menjadi kelompok para alien. Salah satu alasan David Moyes terpilih untuk gantikan Sir Alex Ferguson adalah karena dia menomorsatukan pengembangan pemain usia muda. Borussia Dortmund juga dapat menjadi contoh yang baik bagi modifikasi filosofi Nerazzurri.<br />
Tetap semangat! Pain is temporary but Pride is forever. Forza Inter !!!</p>
<p>Johan Satrya</p>
<p>@joretni</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/pesona-inter-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Preview: Genoa v Inter</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/preview-genoa-v-inter/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/preview-genoa-v-inter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 10:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M.S Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MATCH & COMPETITION]]></category>
		<category><![CDATA[inter news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12571</guid>
		<description><![CDATA[Lega Calcio Serie A 2012-13 tinggal menyisakan dua pekan lagi dan Internazionale masih belum juga dijauhi oleh awan hitam. Minggu, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/inter.jpeg" rel="shadowbox[sbpost-12571];player=img;"><img class=" wp-image-12572 alignleft" alt="inter" src="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/inter-300x187.jpeg" width="126" height="78" /></a>Lega Calcio Serie A 2012-13 tinggal menyisakan dua pekan lagi dan <strong>Internazionale</strong> masih belum juga dijauhi oleh awan hitam. Minggu, 12 Mei 2013 akan menjadi partai tandang terakhir pasukan Andrea Stramaccinoni pada musim ini. Bertandang ke markas Genoa, Inter masih tanpa diperkuat belasan pemain utamanya yang absen karena cidera dan juga akumulasi kartu kuning. Juan Jesus dan Alvaro Pereira dipastikan akan menjadi penonton akibat kartu kuning yang diterima saat laga tengah pekan lalu. Pemain muda, <strong>Simone Pasa</strong> dan <strong>Marco Benassi</strong> kemungkinan besar akan bermain sejak menit awal di lini belakang <em>Nerazzurri</em>. Sementara, <strong>Antonio Cassano</strong> yang baru pulih dari cidera akan menjadi tandem <strong>Tomasso Rocchi</strong> di lini depan. Di lini tengah, <strong>Mateo Kovačić</strong> diharapkan mampu bermain baik seperti yang ia tunjukkan di Giuseppe Meazza, rabu lalu. Secara keseluruhan, moral tim memang berada dalam kondisi yang tak baik, setelah dipastikan absen dalam kompetisi eropa pada musim depan, sebuah catatan buruk 14 tahun lalu yang kembali terjadi serta ditambah kekalahan tiga kali secara beruntun di kompetisi domestik. Meskipun dalam kondisi yang tak bagus, <strong>Esteban Cambiasso cs</strong> tentu tak akan membiarkan kekalahan baru datang saat bertamu ke markas <em>Rossoblu</em>, tiga poin akan menjadi target utama.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara <strong>Genoa</strong> yang bermain di stadion kebanggaan, Luigi Ferraris, berharap mampu mencuri poin atau bahkan mendulang poin penuh saat menjamu tim yang sedang dalam kondisi rapuh. Hanya terpaut empat poin dari zona degradasi memaksa <strong>Marco Boriello cs</strong> bermain ekstra lebih baik dibandingkan saat bermain imbang di markas Torino tengah pekan lalu. <strong>Davide Ballardini</strong> pun berharap pasukan yang dipimpinnya dapat mengulang catatan manis pada November 1994, ketika terakhir kalinya Genoa mampu mengalahkan Inter di kandang sendiri. Sebuah poin atau tiga poin tentu tak hanya menyelamatkan muka Ballardini dihadapan publik sendiri, tetapi juga menyelamatkan Genoa di tabel klasemen Serie A musim ini. Penjaga gawang <strong>Sebastien Frey, </strong>yang juga pernah membela Inter saat awal kariernya di Italia, diharapkan dapat tampil baik dan menjaga gawang <em>Rossoblu</em> tetap aman dari serangan tim tamu yang juga tak ingin kalah untuk keempat kalinya secara beruntun. Genoa menjamu Internazionale, sebuah pertandingan seru dan menarik di pekan 37 Serie A 2012-13 !</p>
<p><strong>Data dan Fakta mengenai kedua tim :</strong></p>
<ul>
<li>Genoa gagal mengalahkan Inter di 12 pertandingan terakhir di Serie A. atau sejak November 1994.</li>
<li>Inter mencatatkan <em>clean sheet</em> di empat laga terakhir saat bertamu ke markas Genoa.</li>
<li>Genoa tak terkalahkan di 5 laga terakhir di Serie musim ini, sementara Inter justru telah kalah beruntun di 3 laga terakhir.</li>
</ul>
<p>Head to Head :</p>
<ul>
<li>6 Maret 2011, Internazionale v Genoa 5-2 (Serie A)</li>
<li>13 Desember 2011, Genoa v Internazionale 0-1 (Serie A)</li>
<li>19 Januari 2012, Internazionale v Genoa 2-1 (Coppa Italia)</li>
<li>1 April 2012. Internazionale v Genoa 5-4 (Serie A)</li>
<li>22 Desember 2012, Internazionale v Genoa 1-1 (Serie A)</li>
</ul>
<p>Lima laga terakhir Genoa :</p>
<ul>
<li>14 April 2013, v Sampdoria 1-1 (Kandang, Serie A)</li>
<li>20 April 2013, v Atalanta 1-1 (Kandang, Serie A)</li>
<li>28 April 2013, v Chievo 1-0 (Tandang, Serie A)</li>
<li>5 Mei 2013, v Pescara 4-1 (Kandang, Serie A)</li>
<li>8 Mei 2013, v Torino 0-0 (Tandang, Serie A)</li>
</ul>
<p>Lima laga terakhir Internazionale :</p>
<ul>
<li>17 April 2013, v AS Roma 2-3 (Kandang, Coppa Italia)</li>
<li>21 April 2013, v Parma 1-0 (Kandang, Serie A)</li>
<li>28 April 2013, v Palermo 0-1 (Tandang, Serie A)</li>
<li>5 Mei 2013, v Napoli 1-3 (Tandang, Serie A)</li>
<li>8 Mei 2013, v Lazio 1-3 (Kandang, Serie A)</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><em>dari berbagai sumber. </em><strong>Forza Inter !</strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/preview-genoa-v-inter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Giornata 36 : Inter 1-3 Lazio</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-36-inter-1-3-lazio/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-36-inter-1-3-lazio/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 23:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M.S Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MATCH & COMPETITION]]></category>
		<category><![CDATA[inter news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12554</guid>
		<description><![CDATA[Internazionale kembali tak beruntung setelah mengalami kekalahan ketiga kali berturut-turut di Serie A, dan juga kekalahan ketiga kali berturut-turut dari [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/images.jpg" rel="shadowbox[sbpost-12554];player=img;"><img class=" wp-image-12563 alignleft" alt="images" src="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/images.jpg" width="270" height="120" /></a>Internazionale kembali tak beruntung setelah mengalami kekalahan ketiga kali berturut-turut di Serie A, dan juga kekalahan ketiga kali berturut-turut dari Lazio. Sementara Lazio mengukir kemenangan pertama di Giuseppe Meazza sejak 1998. Kekalahan dari Lazio sekaligus memupus harapan Inter untuk berkompetisi di Eropa musim depan&#8230; &#8216;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pasukan Petković lebih dulu memimpin pertandingan pada menit ke-22 melalui cara yang tak bagus dan cukup aneh untuk Inter. Samir Handanovič gagal mengantisipasi umpan silang Candreva dan bola memantul melalui Ranocchia, Juan dan striker lawan, Floccari. Nerazzurri menyamakan setelah 33 menit pertandingan berjalan ketika ketika Ricky Álvarez melompat mengalahkan bek Lazio, Radu, di udara dan menyundul bola masuk ke sudut kanan atas. Cambiasso sempat mencoba menambah gol tak lama setelah itu, namun tendangan jarak jauhnya ditepis oleh Marchetti. Tiga menit waktu tambahan babak pertama berjalan, Lazio diberikan penalti setelah wasit menilai telah terjadi kontak antara Ranocchia dan Floccari. Hernanes sukses mengeksekusi bola dari titik penalti tanpa kesalahan dan membawa tim tamu unggul saat jeda babak pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Di babak kedua, tepatnya pada  menit ke-70, setelah Guarin mendapatkan penalti dari Loric Cana. Namun, Alvarezyang ditugaskan menjadi eksekutor penalti tergelincir di saat yang menentukan dan membuat bola melewati atas mistar. Enam menit kemudian, pemain muda Lazio dari Nigeria, Ogenyi Onazi mencetak gol pertama kalinya di Serie A &#8211; sebuah gol indah dari jarak 30 meter.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertandingan berakhir 3-1 untuk Lazio. Meskipun Internazionale menderita kekalahan, fans Nerazzurri menunjukkan dukungan mereka dengan bertepuk tangan saat tim keluar dari lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>sumber : inter.it</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-36-inter-1-3-lazio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Preview: Inter v Lazio</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/preview-inter-v-lazio/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/preview-inter-v-lazio/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 02:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M.S Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[MATCH & COMPETITION]]></category>
		<category><![CDATA[inter news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12508</guid>
		<description><![CDATA[Pekan ke-36 Serie A 2012-13, Internazionale kembali bermain di Giuseppe Meazza setelah melalui dua pertandingan tandang yang melelahkan dan disertai [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/images.jpg" rel="shadowbox[sbpost-12508];player=img;"><img class=" wp-image-12563 alignleft" alt="images" src="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/images.jpg" width="202" height="90" /></a>Pekan ke-36 Serie A 2012-13, <strong>Internazionale</strong> kembali bermain di Giuseppe Meazza setelah melalui dua pertandingan tandang yang melelahkan dan disertai hasil yang mengecewakan. Menghadapi tim ibukota, Lazio (8/5), skuad <em>Nerazzurri</em> kembali diperkuat oleh beberapa pemain senior yang telah pulih dari cidera. <strong>Esteban Cambiasso</strong> diharapkan bisa bermain sejak menit pertama sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai kapten tim. <strong>Andrea Stramaccioni</strong> juga besar kemungkinan akan menurunkan striker gaek, <strong>Tommaso Rocchi</strong> yang tidak diturunkan saat laga melawan Napoli. Kehadiran Rocchi diharapkan dapat tampil baik melawan bekas klubnya sekaligus membuka rahasia kelemahan <em>Biancoceleste</em> kepada rekan setimnya sekarang. Bermain dengan menempatkan striker berusia 35 tahun didepan, <strong>Ricky Alvarez</strong> akan bermain tepat dibelakang sang striker, sementara <strong>Fredy Guarin</strong> akan bermain mengisi lini tengah bersama empat gelandang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berstatuskan tim tamu, <strong>Lazio</strong> akan tampil penuh percaya diri pasca menghabisi Bologna dengan setengah lusin gol dimana 5 biji gol diantaranya dicetak oleh sang bomber andalan, <strong>Miroslav Klose</strong>. Meski umur yang tak lagi muda dan jadwal kompetisi yang padat, Klose diyakini akan dipasang <strong>Vladimir Petković</strong> untuk bermain sejak menit awal sekaligus menjadi ancaman bagi lini belakang tim tuan rumah. Meski sering memainkan tim yang sama setiap pekannya, Petković tak menutup kemungkinan untuk melakukan rotasi pemain ditengah jadwal yang padat untuk mencegah kelelahan. Apalagi target utama tim berseragam biru muda ini ialah mengalahkan tim serigala ibukota pada final Coppa Italia, tentu dibutuhkan kewaspadaan agar pemain tak didera cidera seperti yang kini sedang dialami oleh tim tuan rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Peluang Internazionale untuk masuk ke zona eropa memang cukup berat. Andrea Stramaccioni sebagai pelatih tak hanya harus berjuang agar <em>Nerazzurri</em> meraih kemenangan di tiga laga sisa, namun juga berharap hasil buruk diraih oleh para pesaing terdekatnya. Sementara Lazio, meski unggul dua poin lebih baik dari Internazionale, mereka cenderung mengincar tiket menuju kompetisi eropa dengan menjadi juara Coppa Italia sebagai prioritas utama.</p>
<div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
<p><strong>Data dan Fakta mengenai kedua tim :</strong></p>
<ul>
<li>Inter terakhir menerima kekalahan saat menjamu Lazio di Serie A pada Oktober 1998.</li>
<li>Lazio gagal menuai kemenangan dalam 8 laga tandang terakhir di Serie A. Sementara Inter tak lebih baik, hanya mengukir tiga kemenangan di 8 laga kandang terakhir di kompetisi yang sama.</li>
<li>Lazio gagal mencetak gol di 5 dari 6 laga tandang terakhir mereka di Serie A.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Head to Head :</p>
<ul>
<li>03 Desember 2010, Lazio v Internazionale 3-1 (Serie A)</li>
<li>23 April 2011, Inter v Lazio 2-1 (Serie A)</li>
<li>22 Januari 2012, Inter v Lazio 2-1 (Serie A)</li>
<li>13 Mei 2012, Lazio v Inter 3-1 (Serie A)</li>
<li>15 Desember 2012, Lazio v Inter 1-0 (Serie A)</li>
</ul>
<p>Lima laga terakhir Internazionale :</p>
<ul>
<li>14 April 2013, v Cagliari 0-2 (Tandang, Serie A)</li>
<li>17 April 2013, v AS Roma 2-3 (Kandang, Coppa Italia)</li>
<li>21 April 2013, v Parma 1-0 (Kandang, Serie A)</li>
<li>28 April 2013, v Palermo 0-1 (Tandang, Serie A)</li>
<li>5 Mei 2013, v Napoli 1-3 (Tandang, Serie A)</li>
</ul>
<p>Lima laga terakhir Lazio :</p>
<ul>
<li>11 April 2013, v Fenerbahce 1-1 (Kandang, UEL)</li>
<li>15 April 2013, v Juventus 0-2 (Kandang, Serie A)</li>
<li>20 April 2013, v Udinese 0-1 (Tandang, Serie A)</li>
<li>28 April 2013, v Parma 0-0 (Tandang, Serie A)</li>
<li>5 Mei 2013, v Bologna 6-0 (Kandang, Serie A)</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>dihimpun dari berbagai sumber. </em><strong>Forza Inter !</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/preview-inter-v-lazio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Skuad Inter Menghadapi Lazio</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/skuad-inter-menghadapi-lazio/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/skuad-inter-menghadapi-lazio/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 02:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fajar Prianggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[MATCH & COMPETITION]]></category>
		<category><![CDATA[inter news]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Inter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12501</guid>
		<description><![CDATA[APPIANO GENTILE &#8211; Andrea Stramaccioni telah memilih skuad 22 pemain untuk pertandingan Serie A Pekan 36 nanti malam di Stadion [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-12503 alignright" alt="179539-5001-420x333" src="http://www.interclubindo.com/wp-content/uploads/2013/05/179539-5001-420x333.jpg" width="168" height="133" />APPIANO GENTILE &#8211; Andrea Stramaccioni telah memilih skuad 22 pemain untuk pertandingan Serie A Pekan 36 nanti malam di Stadion Giuseppe Meazza melawan Lazio, dijadwalkan kick off pukul 01:45 wib.</p>
<p><strong>Goalkeepers:</strong> 1 Handanovic, 27 Belec, 30 Carrizo;</p>
<p><strong>Defenders: </strong>23 Ranocchia, 26 Chivu, 28 Pasa, 31 Pereira, 40 Juan Jesus, 42 Jonathan, 62 Ferrara, 63 Spendlhofer;</p>
<p><strong>Midfielders:</strong> 7 Schelotto, 10 Kovacic, 11 Alvarez, 14 Guarin, 17 Kuzmanovic, 19 Cambiasso, 24 Benassi;</p>
<p><strong>Forwards: </strong>18 Rocchi, 45 Forte, 47 Colombi, 61 Garritano.</p>
<p>sumber: <em>inter.it</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/skuad-inter-menghadapi-lazio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Giornata 35 : Napoli 3-1 Inter</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-35-napoli-3-1-inter/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-35-napoli-3-1-inter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 07:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andhika Manggala Putra ( @andhikamppp )</dc:creator>
				<category><![CDATA[FC INTER NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[MATCH & COMPETITION]]></category>
		<category><![CDATA[inter news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12488</guid>
		<description><![CDATA[Pasukan Walter Mazzarri membawa pulang tiga poin di Stadion San Paolo berkat hat-trick dari Cavani NAPLES &#8211; Tim tuan rumah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Pasukan Walter Mazzarri membawa pulang tiga poin di Stadion San Paolo berkat hat-trick dari Cavani</em></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class=" " alt="" src="http://www.sundul.com/wp-content/uploads/2013/05/Cuplikan-Gol-Napoli-3-1-Inter-Milan-Serie-A.jpg" width="480" height="240" /><p class="wp-caption-text">Cavani ketika merayakan gol nya ke gawang Inter</p></div>
<p><strong>NAPLES</strong> &#8211; Tim tuan rumah keluar sebagai pemenang di pertandingan <em>Giornata</em> 35 Serie A 2012/13 . Napoli 3-1 Inter di Stadion San Paolo berkat <em>trigol</em> dari Edinson Cavani. Meskipun kalah (dengan mayoritas skuad Inter yang masih cedera) <em>I Nerazzurri</em> bermain dengan kepercayaan diri yang baik.</p>
<p><em>The Partenopei</em> hanya membutuhkan tiga menit untuk memimpin. Kerja sama yang apik dari Pandev-Cavani, dimulai dengan umpan terobosan yang diberikan Pandev, Cavani dapat dengan baik memasukan bola ke gawang Handanovic. Inter berhasil menyamakan kedudukan di Menit-23. Berawal dari pelanggaran Zuniga (yang lolos dari hukuman kartu kuning) kepada Alvarez. Lalu kemudian tendangan penalti diambil sendiri oleh pemain Argentina tersebut. Sebelum jeda, Napoli kembali unggul , kali ini lewat titik penalti, setelah sebelumnya Jonathan melanggar Zuniga, penalti diambil oleh Cavani, dan berhasil dikonversi dengan baik menjadi sebuah gol, gol ke 100 nya selama berseragam Napoli.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class=" " alt="" src="http://www.inter.it/img/183581-800.jpg" width="480" height="320" /><p class="wp-caption-text">Penalti Alvarez Ketika menyamakan skor</p></div>
<p><em>I Nerazzurri</em> masih bermain dengan cukup baik di pertandingan ini sampai Cavani mencetak <em>hattrick</em> 12 menit sebelum bubaran. Lewat skema cepat, Pemain Uruguay ini mengirim bola ke Goran Pandev, Pandev menggirin bola ke sisi kanan pertahanan Inter, Dengan <em>slide shoot </em>Cavani berhasil mengkonversi <em>Crossing</em> yang dilepaskan Pandev dengan sebuah gol.</p>
<p>Napoli 3-1 Inter</p>
<p>Pencetak gol: Cavani 3, 33 (pen), 78, Alvarez 23 (pen).</p>
<p>Napoli: 1 De Sanctis, 55 Gamberini (Rolando 62), 18 Cannavaro, 5 Britos, 11 Maggio, 85 Behrami, 20 Dzemaili (Armero 65), 18 Zuniga, Hamsik 17, 19 Pandev (Insigne 85), 7 Cavani.<br />
Subs : 22 Rosati, 15 Kolombo, 2 Grava, 4 Donadel, 9 Calaiò, 13 El Kaddouri, 16 Mesto, 25 Radosevic, 88 Inler.<br />
Pelatih: Walter Mazzarri.</p>
<p>Inter: 1 Handanovic; 23 Ranocchia (Schelotto 83), 26 Chivu, 40 Juan Jesus, 42 Jonathan, 17 Kuzmanovic (Pasa 83), 10 Kovacic, 24 Benassi (Cambiasso 46), 31 Pereira, 14 Guarin, 11 Alvarez.<br />
Subs : 27 Belec, 30 Carrizo, 18 Rocchi, 45 Forte, 61 Garritano, 62 Ferrara, 63 Spendlhofer.<br />
Pelatih: Andrea Stramaccioni.</p>
<p>Wasit: Antonio Giannoccaro (Lecce)</p>
<p>Kartu Kuning: Jonathan 32, Juan Jesus 62, Ranocchia 76.</p>
<p>Kartu Merah : -</p>
<p>Waktu tambahan: 0 +3 menit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(source : inter.it)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/giornata-35-napoli-3-1-inter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ranocchia : Kami telah memberikan yang terbaik hari ini</title>
		<link>http://www.interclubindo.com/2013/05/ranocchia-kami-telah-memberikan-yang-terbaik-hari-ini/</link>
		<comments>http://www.interclubindo.com/2013/05/ranocchia-kami-telah-memberikan-yang-terbaik-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 04:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andhika Manggala Putra ( @andhikamppp )</dc:creator>
				<category><![CDATA[FC INTER NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[MATCH & COMPETITION]]></category>
		<category><![CDATA[inter news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.interclubindo.com/?p=12473</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kami tidak bisa memberikan yang lebih baik lagi, saat ini kami tidak punya pemain depan. Apakah Cavani pemain yang paling [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Kami tidak bisa memberikan yang lebih baik lagi, saat ini kami tidak punya pemain depan. Apakah Cavani pemain yang paling sulit aku hadapi? Tidak, Milito tetap yang terbaik dari semua penyerang yang ada&#8221;</em></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img alt="" src="http://img.okeinfo.net/dynamic/content/2013/02/28/47/768965/Gj0Sqgz8fs.jpg?w=400" width="400" height="220" /><p class="wp-caption-text">Andrea Ranocchia</p></div>
<p><strong>NAPLES</strong> &#8211; &#8220;Meskipun aku tidak fit 100%, aku ingin bermain untuk membantu tim.&#8221; Andrea Ranocchia berbicara kepada Inter Channel setelah kekalahan timnya di Stadion San Paolo. &#8220;Aku tidak merasa dalam kondisi yang benar benar fit kemarin tetapi aku harus berterima kasih kepada staf medis yang membuatku fit pada waktunya untuk pertandingan ini. Kami para pemain sepakbola, memang harus bermain bahkan disaat kondisi yang kurang baik, tapi hari ini aku lebih kecewa dengan kekalahan ini, daripada memikirkan kondisi fisikku.</p>
<p>&#8220;Kami pasti mencoba memberikan segalanya. Tetapi kami tidak punya kekuatan lagi, mengingat kami bermain tanpa striker asli, setelah Rocchi cedera. Kita harus menyelesaikan kompetisi sebaik mungkin dan kemudian mencoba untuk lebih baik di musim depan dan melewati Juventus. Apakah Cavani pemain yang paling sulit aku hadapi? Mereka selalu bertanya tentang itu, tetapi jawabanku tetap sama? Tidak, Milito tetap yang terbaik dari semua penyerang yang ada, dan untungnya aku berada di tim yang sama dengannya sekarang Tapi, tentu saja Cavani adalah pemain yang sangat bagus , sama seperti (Miroslav) Klose yang akan kita hadapi pada hari Rabu. &#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(source : inter.it)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.interclubindo.com/2013/05/ranocchia-kami-telah-memberikan-yang-terbaik-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
